Life

Lebih Bagus Yang Manakah Tidur Dengan Lampu Menyala Ataukah Sebaliknya?

Tidur adalah salah satu kegiatan yang harus kita jalani serta dengan waktu yang sesuai kebutuhan istirahat masing-masing. Orang dewasa memerlukan 7 hingga 8 jam untuk beristirahat, sedangkan anak-anak serta remaja memerlukan waktu kurang lebih 10 jam.

Melewatkan waktu istirahat pastinya tak baik untuk tubuh serta akan merusak sistem sirkulasi pencernaan yang ada dalam tubuh. Tak cuma itu, penerangan ketika tidur juga bakalan megakibatkan hal yang buruk bagi kesehatan. Jadi, gimana sebaiknya kita beristirahat? Dengan cahaya lampu yang menyala maupun kondisi lampu mati?

Pentingnya tidur dengan memakai lampu sekecil apapun cahayanya sudah diteliti dengan beberapa ahli. Berdasarkan pendapat dari Joyce Walsleben, PhD mengatakan bahwa walaupun kita tertidur, cahaya tetap bisa terdeteksi dengan kelopak mata serta otak kita tak bakalan memproduksi melatonin. Walsleben juga mengatakan bahwa kita memerlukan kegelapan ketika tidur di dalam kamar segelap yang masih dapat kita hadapi dengan tidak menyandung sesuatu (masih dapat mendeteksi adanya benda-benda yang berada di sekeliling kita).

Apakah efeknya apabila kita tidur dengan cahaya lampu yang menyala?

3

  1. Akan Meningkatkan Terjadinya Kanker

Cahaya lampu pada malam hari adalah faktor risiko yang signifikan dalam mengembangkan kanker payudara, berdasarkan pendapat para peneliti yang mengkaji data dari 1.679 wanita serta menerbitkan hasil penelitian mereka di Chronobiology International. Akan tetapi para ahli lain mengatakan bahwa tiap gangguan pada ritme sirkadian bisa menimbulkan pelepasan hormon stress serta inilah yang bisa meningkatkan bahaya terjadinya kanker.

  1. Cahaya Lampu Akan Membuat Lebih Gemuk

Sirkulasi tubuh 24 jam kita mengontrol banyak hormon misalnya saja hormon ghrelin, insulin serta serotonin yang memiliki pengaruh dengan nafsu makan, penyimpanan lemak, serta mood. Maka dari itu, hal-hal yang mengganggu sirkulasi dapat menimbulkan kegemukan, diabetes tipe 2, serta mengalami depresi. Bahkan, dokter serta para ahli juga menjadi khawatir dengan penemuan kasus tersebut.


Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.