Life

Berhati-Hatilah Dengan Pola Makan Yang Berlebihan Ketika Menjalani Ibadah Puasa

Bulan Ramadhan bakalan segera tiba. Para umat muslim telah mulai menyiapkan dirinya untuk  menyambut datangnya bulan ramadhan. Termasuk mempersiapkan stok makanan untuk satu bulan penuh. Salah satu hal yang identik dengan Bulan Ramadhan yakni makin banyaknya penjajan makanan serta minuman menjelang saat berbuka puasa.

Tak sedikit yang akhirnya kalap serta membeli banyak makanan serta minuman untuk sajian dalam berbuka puasa. Akan tetapi, kita mesti berhati-hati dengan salah satu penyakit yang identik dengan Bulan Ramadhan, yakni penyakit maag. Dinda Parameswari menjelaskan bahwa studi internal Mylanta mendapati sedikitnya 63 persen sakit maag hadir sebab pola makan. Sebagaimana makan yang tidak teratur, telat makan, makan yang sembarangan, ungkap Dinda.

2

Akan tetapi, data yang lain mengatakan bahwa penyakit maag juga timbul sebab adanya kebiasaan makan yang berlebihan. Dinda mengatakan 2,5 juta orang memiliki potensi untuk terkena sakit maag sebab memakai pola makan secara berlebihan. Apalagi sebelumnya yang perut dalam kondisi kosong.

Hasil ini amat berkorelasi dengan pola makan ketika Bulan Ramadhan tiba. Beberapa orang yang berpuasa lantas merasa lapar mata serta memesan apa yang mereka mau dengan sesuka hati untuk berbuka puasa. Tak hanya berpotensi menyebabkan penyakit maag, banyak makanan juga terbuang sia-sia sebab tak dihabiskan. Data yang kami peroleh mengungkap adanya kenaikan volume sampah hingga 10 persen cuma pada 10 hari pertama ketika bulan Ramadhan. Sampah makanan ini mayoritas dipenuhi dengan sampah organik misalnya saja sisa makanan.

Ini baru 10 hari pertama bulan ramadhan. Saya juga menyedari hal itu, sebab usai 13 jam berpuasa sepertinya semua makanan maunya kita makan, katanya. Mylanta juga mengawali kampanye dengan tema Makan Bijak, yang mengajak seluruh masyarakat untuk tak makan secara berlebihan serta sesuai dengan kebutuhannya saja.



Berita Terkait :

Join The Discussion