Seleb

Anjingnya Mati, Melanie Subono Tak Menyangka Kasus Tersebut Diproses Hukum

Melanie Subono bersama kuasa hukumnya, Teguh Putra (Puguh) baru-baru ini menyambangi Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018). Kedatangan Melanie dan pengacaranya tersebut tak lain adalah untuk menindaklanjuti laporannya di Polda Metro Jaya beberapa bulan lalu. Laporan tersebut adalah laporan terkait adanya dugaan kelalaian dan penelantaran oleh animal defender. Ketika itu anjing kesayangan Melanie berjenis Pug bernama Nina, diketahui mati saat dititipkan.

Saat Anjingnya mati, Melanie memang sempat melapor kepada pihak yang berwajib. Hal tersebut dilakukannya semata untuk menuntut keadilan kepada yang berwenang atas kerugian yang dialaminya. Mulanya Melanie mengira kasus tersebut tak akan ditanggapi oleh polisi, namun ternyata setelah beberapa bulan dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa kasunya dilanjutkan.

“Beberapa bulan lalu sempat membuat laporan animal defender, tiba-tiba mendapatkan panggilan koordinasi kelanjutannya. Dipanggil untuk itu tapi kami enggak bisa ngomong banyak,” kata Melanie Subono.

Pasca pelaporan yang tak kunjung diproses tersebut, selama ini Melanie Subono mengaku dirinya hanya pasrah atas laporannya itu. Namun panggilan dari pihak kepolisian yang baru saja diterimanya tersebut membuatnya cukup kaget dan kembali memunculkan harapan untuk menyingkap kasus dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pihak animal defender.

“Kami menyerahkan kepada hukum saja sih, kami lihat saja kelanjutannya. Ini cukup surprise, karena kan dipikir-pikir ini paling habis Lebaran. Dan ternyata ini sudah dipanggil,” kata Melanie Subono.

“Kami enggak bisa ngomong detail, dan kalau dah masuk Bareskrim kan sudah serius ya. Yang jelas pasalnya dan segala macam cukup berkembang dari apa yang kami laporkan,” tambahnya menjelaskan

Kasus yang dialami Melanie ini kabarnya juga mendapat dukungan dari Kementrian Sosial. Namun, menaggapi dukungan tersebut pihaknya mengaku punya pandangan sendiri.

“Mereka punya dokumen dan fakta itu yang punya Kemensos, soal keabsahan juga ada di Kemensos, soal izin donasi mereka (animal defender) juga tidak ada,” terang Puguh.

 


Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.