Relationship

Tips Untuk Wanita Sebagai Pertimbangan Dalam Mencari Jodoh

Mencari serta mendapatkan pasangan memang memerlukan banyak pertimbangan yang matang. Antara dada serta kepala mesti sinkron jika tidak maka akan terjebak dengan seseorang yang lebih banyak ngehe ketikmbang manfaatnya. Ini tidak hanya masalah kecocokan yang menurut awang-awang, namun juga menurut penelitian yang keabsahannya mesti dapat dipertanggungjawabkan. Ah, cinta kan cinta, tak membutuhkan alasan. Memang betul, untuk jatuh cinta kita tak harus mempunyai alasan, namun untuk menjalani suatu hubungan yang sehat kita mesti mencari-cari alasan.

Cinta tanpa syarat maupun menerima apa adanya cuma ada dalam FTV saja, tidak ada dalam kehidupan nyata. Cinta yang sempurna cuma milik Raisa serta Babang Hamish, sedangkan untuk kita, cinta mesti harus diperjuangkan. Sebab pada praktiknya, toh cinta akan selalu dibenturkan pada masalah-masalah teknis yang sebenarnya dapat disinyalir sejak masa penjajakan. Cinta tak menjadikan orang menjadi buta, kawan. Kitalah yang tetap menutup mata.

Saya mengira bahwa membahas cinta serta filososinya hanya bakalan menghabiskan 10 kali scroll down. Jadi mari kita akan mengakhiri saja pembukaannya. Di luar pertimbangan-pertimbangan yang Anda punyai hari ini, ijinkanlah kami memperkenalkan kecerdasan yang dapat jadi pertimbangan saat Anda memilih pasangan hidup.

2

  1. Kecerdasan Intelektual

Ini tidaklah tentang titel di belakang nama calon pasangan Anda. tidak pula mengenai es-esan yang sudah ditempuhnya. Ini mengenai kecerdasan yang sebenarnya. Laki-laki cerdas tidak ia yang mengetahui semuanya, Anda tengah mencari seorang kekasih, bukan ensiklopedia. Laki-laki cerdas bukan ia yang mempunyai segudang keahlian, toh Anda tak tengah mencari tukang. Bukan juga yang dapat mengajari Anda segala sesuatu, tolong bedakan antara kekasih dengan dosen ya girls.

  1. Kecerdasan Sosial

Ada laki-laki yang pandai namun juga menyebalkan, ada laki-laki yang tak terlalu pandai namun membuat hati menjadi senang. Ada pula yang, sorry to say, sudah mah kurang pintar menyebalkan juga. Biasanya kecerdasan intelektual sepaket dengan kecerdasan sosial, namun dalam semua hal pasti akan ada pengecualian.


Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.