News

JPU: Korban Asusila Gatot Ada Banyak

Pemberitaan mengenai tindakan asusila yang dituduhkan kepada Gatot Brajamusti hingga saat ini belum juga selesai walau sudah tidak segencar dan seramai dulu. Pelaporan terhadap dirinya datang silih berganti pasca pelaporan yang dilakukan oleh mantan murid spriritualnya, Reza Artamevia. Berdasarkan keterangan ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadiman mengatakan bahwa sebenarnya korban asusila Gatot Brajamusti atau Aa Gatot ada banyak, namun dari sekian banyak korban tersebut tidak banyak yang melaporkan tindakan Gatot kepada pihak yang berwajib.

“Korban banyak informasinya begitu”,  kata Hadiman, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Hadiman mengatakan, dari sekian banyak korban baru satu orang saja yakni CTP yang melaporkan tindak pidana asusila Gatot Brajamusti kepada mereka, sedangkan wanita lain yang juga diduga menjadi korban tindakan asusila tersebut belum melapor ke penyidik Polda Metro Jaya. Tidak jelas apa yang menyebabkan para korban tersebut tidak melaporkan tindakan Gatot kepada yang berwajib.

gat

“Kalau pelapornya si CTP, yang pelapor (korban) lainnya belum lapor ke penyidik. Ya korbannya lebih”, ujar Hadiman

Sebelum pelaporan dari CTP, Gatot Brajamusti telah diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ancaman tersebut diberikan atas tuduhan tindakan asusila yang dilakukan Gatot terhadap anak dibawah umum. Namun, Gatot ternyata membantah kalau dirinya telah melakukan tindakan tercela tersebut.

“Nggaklah. Ngarang-ngarang gimana ini”, kata Gatot Brajamusti usai persidangan kasus pencabulan yang dilakukannya tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Bantahan tersebut tentunya membuat perkara ini semakin runyam. Bagaimana tidak, semua tuduhan yang diarahkan kepada Gatot sebagai tersangka tidak ada yang diakuinya. Pihak penyidik tentu membutuhkan waktu yang lebih ekstra lagi guna mengungkap dan menyelesaikan kasus dugaan asusila yang dilakukan mantaa Ketua PARFI tersebut.

Dalam perkara yang sedang berlangsung tersebut, Gatot didakwa pasal 81 ayat 1 atau 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Gatot diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Join The Discussion