Relationship

Gejala-Gejala Sebuah Hubungan Tidak Harmonis Lagi

Ternyata ada seorang yang dengan sengaja memasuki hubungannya dengan situasi yang buruk. Akan tetapi, tak sedikit orang yang terjerumus dalam suatu hubungan percintaan yang beracun dan juga tidak di sadarinya. Orang selalu bertahan dengan hubungan yang toksik sebab banyak alasan. Salah satunya yakni disebabkan oleh sudah merasa nyaman dengan kondisi quo serta meneruskan jalan yang ada sebab susah untuk berubah. Kita kadang kala lebih senang menyangkal diri sebab itu sangat mudah, ujar Kimberly Hershenson, ahli hubungan.

Penyangkalan diri tersebut makin membuat sulit kita dalam lepas dari hubungan dengan kondisi yang buruk. Sebelum situasinya semakin memburuk, kenalilah apakah hubungan anda sudah jadi racun untuk mental.

2

  1. Sering kali berteriak dan juga kerap terjadi pertengkaran

Hampir tidak ada pasangan yang pernah setuju untuk setiap hal, namun bukan artinya emosi anda bakalan naik turun misalnya roller coaster tiap kali memiliki beda pendapat. Apabila konflik pada saat menjalani sebuah hubungan Anda kerap kuat serta mengikutsertakan kata maupun sikap kekerasan, ini merupakan sala satu ciri lampu merah, ungkap terapis keluarga serta pernikahan yakni benama Erin Lewis Ballard.

  1. Membuat skor

Pernikahan seharusnya tak seperti pertandingan basket di mana antara masing-masing pihak membuat catatan telah berapa kali mereka menjalani hal yang baik maupun buruk. Saat kamu serta pasangan kerap kali mengungkit kesalahan maupun hal-hal baik, ini merupakan gejala bahwa anda berdua ada dalam sebuah pihak yang berlawanan, ujar Ballard.

  1. Takut untuk terbuka

Apabila anda merasa takut maupun sungkan dalam menyatakan sesuatu pada pasangan apa yang ada dalam benak anda, maka berhati-hatilah. Memang tak mudah untuk berbeda opini dengan orang yang kita cintai, namun apabila anda tak merasa nyaman dalam menyatakan perasaan, tentunya ada sesuatu yang salah.

  1. Hanya mempedulikan dirinya sendiri

Anda mungkin tidak sadar awalnya, namun lama kelamaan kepribadian narsistik bakalan terlihat wujudnya. Saat anda berpasangan bersama orang yang narsis, cuma dia yang paling penting, ujar Evie Shafner.


Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.