Life

Beberapa Alasan Cowok Jaman Now Lebih Suka Menjomblo

Tak tahu kenapa fenomena jomblo saat ini justru sedang marak sekali untuk diperbincangkan di mana pun berada,   baik ini dalam dunia nyata ataupun sosial media. Akan tetapi demikian sayangnya obrolan ini seolah-olah tidaklah adil. Status jomblo justru selalu dipojokan dengan dijadikan sebagai salah satu candaan bahkan kadang kala sebagai hinaan. Terang ini tak adil, memangnya salah jika jomblo? Toh juga tak ada larangan untuk tak memiliki pasangan, secara hukum legal! Namun mengapa jomblo selalu menjadi diskriminasi?

Penilaian yang aneh-aneh juga disematkan untuk kami para cowok jomblo millenial, dimulai dari tidak laku sampai dengan yang sangat parah fitnah sudah tak suka lagi dengan yang sosok cewek. Hey! Tidak selamanya jomblo ini tidak laku ya guys, tak juga berarti kami berhenti untuk mencintai cewek. Tolonglah buka mata kalian dan lebarkan pikiran anda. tidak semuanya kesendirian merupakan nasib. Kami memutuskan sendiri sebab adanya sebuah alasan. Banyak yang jadi pertimbangan sampai kami memilih untuk sendiri.

2

  1. Kami tidak mau ribet dulu dengan kewajiban dalam memberikan kabar, menjemput, ataupun memberi perhatian

Salah satu alasan mengapa kami merasa betah sendiri adalah bukti bahwa kami ingin bebas bernapas secara lega. Kami melihat bahwa tak selamanya yang mempunyai pacar merasa senang dan bahagia. Beberapa dari mereka yang berulang kali mengeluh ceweknya seperti inilah, seperti itulah. Mereka selalu tidak diijinin, dilarang begitu. Nah oleh sebab itu kami berusaha untuk menghindarinya, karena kami tengah mau menjalani berbagai hal.

  1. Kami masih mempunyai pikiran kegagalan hubungan pada masa lampau. Luka ini masih melekat, memerlukan waktu untuk mengeringkannya

Beberapa cowok merasa gengsi untuk mengatakannya, namun demikian terus terang kami masih merasa sakit hati. Kami pernah memiliki masa lalu yang sangat suram. Hubungan yang sudah kami bangun lama tiba-tiba hancur begitu cepatnya. Kami sakit hati dan terluka. Cowok juga manusia, memiliki perasaan yang dapat kapan saja terluka. Oleh sebab itulah kami masih memerlukan waktu untuk sendiri. Kami tengah fokus dalam memulihkan sesak yang ada di dada, luka yang melekat di jiwa.


Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.