News

Salah Kaprah Jika Anda Minum Susu Kental Manis sebagai Pelengkap Gizi

Jakarta – Salama ini kita mengenal susu olahan bentuk bubuk, UHT, dan kental manis. Dan tahukah anda? Untuk susu bentuk kental manis sekarang ini produsen telah menghapus produknya kedalam jenis susu. Pasalnya, kandungan protein di produk kental manis hanya sebesar lima persen dari total kalori.

Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Juwalita Suprasari seorang spesialis Gizi Klinik (SpGK) mengungkapkan  kandungan protein kental manis sangat berbeda jauh dari pada susu bentuk lain. Di mana kental manis kandungan protein hanya sekitar lima persen, sementara susu pertumbuhan lain mancapai 18 persen.

“kalau dibandingkan dengan susu pertumbuhan lain (secara kandungan protein) otomatis jauh” ujar seorang spesialis Gizi Klinik.

Baca Juga ...   Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Ketika Sedang Berpuasa

Selain kandungan protein di kental manis relatif kecil, kandungan gula dan kalori pada kental manis tinggi. Dengan demikan jika ditanya, apakah kental manis dapat melengkapi gizi kita atau tidak? Maka jawabannya adalah tidak.

Jadi jangan salah kaprah jika anda menginginkan badan sehat dengan mengkonsumsi kental manis. Karena hal itu malah akan membuat anda menjadi kegemukan.dan ini berlaku bukan hanya orang dewasa saja namun juga anak-anak. Namun yang paling rentan jika melihat kondisi sekarang yaitu sangat beresiko untuk anak-anak dan dampak dari kental manis itu sendiri  merupakan jangka panjang.

Selaku pengawas makanan minuman dan obat-obatan, BPOM telah mengeluarkan surat edaran label dan iklan untuk produk susu kental. Dalam surat edaran nomor HK. 06.5.51.511.05.18.2000 menyatakan pelarangan menampilkan gambar anak-anak di bawah 4 tahun, pelarangan visualisasi bahwa produk kental manis dapat menjadi pelengkap gizi, pelarangan visualisasi produk kental manis yang diseduh, dan yang terakhir, dilarang menayangkan iklan produk susu kental manis pada jam tayang acara anak-anak.

Baca Juga ...   Khasiat Yang Tersembunyi Pada Susu Dapat Menurunkan Penyakit Diabetes Melitus

Kemudian, dari pihak BPOM juga telah mengimbau  baik produesn, importer maupun distributor untuk bisa menyesuaikan surat edaran tersebut, paling lambat enam bulan sejak ditetapkan (22 Mei 2018).

Jadi, perlu diperhatikan ya, khususnya untuk anda para bunda yang memiliki balita.

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.