News

Terjadi Pergeseran Lapisan Es di Kutub Selatan, Ilmuan Ungkap Adanya Ekosistem Bawah Laut

Sebuah berita mengejutkan datang dari kutub selatan bumi. Terjadi pemisahan lapisan es di gunung es raksasa di semenanjung Antartika, tepatnya pada bulan Juli lalu. Dengan pemisahan lapisan tersebut, terungkap pula adanya ekosistem yang tersembunyi selama ribuan tahun di bawah laut.

Gunung es yang dinamai dengan sebagai A-68 itu  bergerak menjauh dari lapisan es Larsen C dan mengarah masuk ke Laut Weddell. Sehingga, area yang pada mulanya tertutup es ini akhirnya secara otomatis menampilkan terbukanya area dasar laut seluas 5.800 kilometer persegi. Area tersebut sebelumnya terkubur di bawah es selama lebih kurang 120.000 tahun tanpa pernah terkena cahaya sedikitpun.

Peristiwa ini tentunya menimbulkan reaksi yang sangat besar di kalangan para ilmuan. Beberapa ilmuan telah mengatakan sangat berkeinginan untuk segera melakukan penjelajahan di daerah baru tersebut.

Baca Juga ...   Tips Menemukan Jodoh Jika Anda Disibukkan Dengan Pekerjaan

“Ini tempat yang fantastis dan area yang belum pernah diketahui untuk penelitian ilmiah,” kata Susan Grant, ahli biologi kelautan British Antarctic Survey (BAS).

larse

Sejauh ini, pengetahuan ilmiah terkait ekosistem di bawah lapisan es Antartika masih sangat terbatas. Sebelumnya, para ilmuan baru menjelajahi area Larsen A dan Larsen B yang terletak di sebelah utara Larsen C.



Mau HP Murah Berkualiatas? BACA INI DULU

Hal serupa sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1995 dan 2002. Waktu yang dibutuhkan para ilmuan untuk menjelajah area tersebut pun cukup lama, yaitu sekitar 5 sampai 12 tahun. Hal ini menyebabkan para ilmuwan harus berpacu dengan waktu jika ingin melihat bagaimana sebuah ekosistem terbentuk atau berkembang di daerah baru tersebut. Namun, ilmuwan sudah memiliki hipotesis mengenai ekosistem yang berada di bawah lapisan es tersebut.

Baca Juga ...   Theresa Wienathan yang Ungkap Hubungan Raffi - Gigi Akhirnya Minta Maaf

“Hipotesis kami adalah itu mirip dengan lautan yang sangat dalam, tidak ada sinar matahari, fitoplankton dan kotoran zooplankton yang menjadi makanan penting. Tapi itu masih perlu diuji,” kata Phil Trathan, Kepala konservasi ekologi BAS.

Selain itu, para ilmuwan juga beranggapan aka nada perubahan yang terjadi sangat cepat terhadap ekosistem dari area yang baru tersebut.

“Jika terkena sinar matahari maka akan ada fitoplankton dan zooplankton. Mungkin kita akan segera menemukan burung laut dan mamalia laut yang akan mulai mencari makan di daerah itu,” katanya.

 

Baca Juga Yang Ini:

Baca Juga ...   Beberapa Hal Yang Akan Anda Alami Ketika Usia 25 Tahun


zvr
Reaksi kamu

Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.