Film, TV & Musik

Dinilai Menakutkan, Pihak ASA Cabut Iklan Spotify Lagu ‘Havana’ Ini

Pihak ASA atau Advertising Standards Authority baru-baru ini membuat keputusan yang mengejutkan. Yang mana salah satu iklan spotify dinilai tak seharusnya ditampilkan ditelevisi karena dinilai horor dan menakutkan. Hingga akhirnya ASA memutuskan untuk mencabut iklan tersebut.

Di iklan itu sendiri terlihat beberapa anak remaja yang tengah berada dalam sebuah ruangan. Kemudian saat seorang anak memutar lagu bertajuk ‘Havana’ yang dipopulerkan oleh Camila Cabello, tiba-tiba sebuah boneka hantu bangkit dan melenyapkan satu persatu anak remaja tersebut.

Usai satu anak remaja hilang, salah seorang remaja lainnya pun membuang boneka tersebut ke tong sampah. Namun saat lagu ‘Havana’ kembali diputar, boneka kembali bangkit dan mengampiri para remaja. Bahkan diiklan tersebut terdengar suara seorang remaja yang mengatakan jika lagu ‘Havana’ adalah penyebabnya.

Baca Juga ...   Babak Spektakuler Nyanyikan Lagu Dengan Bahasa Yang Beda, Salah Satu Kontestan Favorit Juri Ini Malah Dapat Kritikan Mengejutkan Dari Maia Estianty dan Ari Lasso

Aku tahu itu lagu yang bagus dengan melodi catchy dan lirik yang bisa dinyanyikan bersama, tetapi kita tak bisa memainkan lagu itu!,” Tutur seorang remaja yang berada diklan itu.

Tak hanya itu saja, diakhir iklan seorang remaja juga mengutarakan kalimat yang sama.

Lagu pembunuh yang tidak bisa kalian tolak,” Kata seorang remaja diakhir kalimatnya.

Bahkan karena iklan tersebut dinilai menyeramkan dan menakuti anak-anak saat akan tidur, pihak ASA memutuskan untuk mencabut dan meniadakan iklan itu.

Iklan itu berlatar tempat di rumah, termasuk waktu saat akan tidur dan menampilkan boneka. Artinya itu sangat mungkin menakutkan bagi anak-anak yang melihat,” Tutur sang perwakilan dari pihak ASA.

Baca Juga ...   Konser Di Sumut Mendadak Dibatalkan, Judika Beri Klarifikasi

Meski seperti itu, pihak dari Spotify menerima keputusan pihak ASA. Tak lupa pihak Spotify juga meminta maaf.

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.