News

Hadapi Konten GIF Porno Aplikasi Media Sosial, Kemkominfo Siap Bertindak Tegas

Dunia media sosial saat ini dikejutkan dengan isyu yang cukup menyita perhatian. Berbeda dengan Telegram yang sebelumnya terindikasi menjadi media komunikasi jaringan terorisme, WhatsApp justru terindikasi konten pornografi pada layanan GIF dari Tenor maupun GIPHY. Layanan tersebut sebenarnya tidak hanya terdapat pada WhatsApp, beberapa layanan over the top seperti Facebook, Facebook Messenger dan Telegram juga memungkinkan pengguna untuk saling berkirim GIF kepada pengguna lainnya. Seperti pada WhatsApp fitur pencarian GIF pada aplikasi media sosial tersebut juga dapat digunakan untuk mencari konten GIF pornografi.

Berdasarkan keterangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengetahui terkait kabar ini dan Kemkominfo menegaskan agar segera bertindak tegas kepada pihak WhatsApp.
“(Konten GIF pornografi) saya baru temukan tadi pagi, itu juga akan kita suratin,” Ujar Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo di kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Baca Juga ...   BI luncurkan GPN untuk Efisiensi

Semuel juga mengatakan bahwa sejak Minggu 5 November 2017 sudah sangat banyak laporan yang masuk ke Kemkominfo terkait GIF porno ini melalui berbagai media.kemko

“Ternyata juga ada di Messenger-nya Facebook dan Telegram dan itu nge-link langsung ke Tenor,” katanya.

Berdasarkan berbagai laporan tersebut, Kemkominfo mengatakan akan segara “bersih-bersih” layanan over the top (OTT) lain yang mengandung konten pornografi. Upaya ini akan diterapkan pada aplikasi media sosial yang digunakan di Indonesia, termasuk Twitter.

“Kami kerja sama dengan Twitter waktu itu ada 500 ribu konten yang dilaporkan dan sekarang sudah dihapus,” kata Semuel.

Kemkominfo juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berbenah untuk bisa membuat sebuah sensor yang bisa bekerja secara otomatis terhadap konten-konten porno. Namun, hal tersebut tentu membutuhkan waktu. Semuel menyebut, mesin pencari atau search engine juga perlu di-filter, terutama konten-konten yang bertentangan dengan Undang-Undang.

Baca Juga ...   Polisi Bantah Perekam Video Viral Ancam Penggal Jokowi Warga Sukabumi

“Kami akan panggil dalam waktu dekat. Pokoknya semua layanan, terutama yang search engine. Umpamanya begini, kalau di halaman depan sebagian sudah terblokir semua, kami klik nggak ada tapi begitu masuk ke gambar akan ke luar (konten negatif termasuk gambar porno) karena itu masuknya ke cache,” ujar Semuel menjelaskan.

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.