News

Bagaimana Situasi di Mako Brimob usai Rusuh Napi Teroris?

Depok – seperti yang di kabarkan bahwasannya  Mako Brimob Rutan Salemba, Kelapa dua Depok, Jawa Barat telah terjadi kerusuhan tadi sore pukul 16.00 WIB yang ditimbulkan dari seorang Napi teroris yang tidak terima diperiksa oleh petugas yang kemudian lain nya ikut terprovokasi. adapun akibat dari kerusuhan tersebut yakni mengakbatkan rusaknya sejumlah fasilitas rutan, seperti pintu sel tahanan,pintu pagar lorong blok dan kaca jendela.

Pernyataan tersebut disampaikan karo Penmas Devisi Humas Polri Brigjen Rikwanto. di mana ia menjelaskan, saat napi berbuat rusuh, aparat langsung melakukan tindakan terukur untuk menguasai situasi dan masalah fasilitas yang rusak terdapat pintu sel dan pintu pagar dan kaca jendela di blok C dan blok B.

Baca Juga ...   Sebuah Roket Uji Coba Meledak di Kebun Pepaya Milik Warga

kemudian untuk situasi seuasai rusuh sudah relatif kondusif seperti yang  dijelaskan Rikwanto,  “sampai saat ini suasana sudah bisa direda oleh piket Densus. setelah itu, anggota siaga di piketan sambil menunggu perkembangan“, ujarnya.

menurut informasi sekuta pukul 22.30 WIB untuk sekitar lokasi akses UI Cimanggis kelapa Dua Depok tidak terdapat aktiitas menonjol di sekitas markas. pengamanan di depan markas pun terlihat longgar kemudian arus lalu lintas terpantau lancar.

bahkan warga sekitar pun tidak tahu terkait kerusuhan yang terjadi.  “wah kalau dari luar ya kagak tau kita, saya juga bingung barusan wartawan  pada datang, di lokasi juga kelihatannya biasa aja sih,” ujar Susanto salah satu warga sekitar.

Baca Juga ...   Ini Video Raffi Ahmad Emosi dan Usir Lucinta Luna di Syuting Pesbukers

adapun kronologis yang terjadi menurut Karpenmas Polri Brigjen Rikwanto bermula saat piket Densus melepas kunci yang ada di kamar A5 dan C5 (RB) yang kemudian melaksanakan penggeledahan  di kamar tersebut dan ada empat buah HP yang ditemukan.

HP tersebut milik Juhanda, Saulin, Kairul Anam dan Jumali. lalu salah satu tahanan ada yang tidak terima di geledah ia memancing-mancing petugas dengan ucapan macam-macam.  kemudian petugas ada yang terpancing ucapan mereka. lalu tahanan berteriak takbir dengan keras sampai memancing tahanan blok sebelahnya.

namun hal tersebut tidak berlangsung lama, menurut Rikwanto, aparat bisa langsung mengendalikan situasi. dan juga menambahkan isu liar di media sosial yang menyebutkan adanya pelemparan Alquran oleh aparat itu tidak benar adanya.

Baca Juga ...   Anak SMP Perkosa Temannya dan Divideokan Trus Disebar di Grup WA

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.