News

Selebaran Ajakan Golput di Makassar Viral

SelebX.Com, Selebaran Ajakan Golput di Makassar Viral – Di Makasar beredar selebaran ajakan untuk tidak mencoblos pada pemilu 17 April 2019 besok.

Selebaran tersebut dengan cepat jadi viral di media sosial. Selain mengajak untuk tidak memilih, dalam selebaran itu juga tertulis untuk tetap bekerja dan mengabaikan memilih para caleg yang di dalam selebaran dianggap tidak akan mengubah nasib rakyat.

“Tidak memilih adalah hak. Lebih baik pergi bekerja, berlibur, merayakan paskah dengan hikmat daripada memilih. Lebih baik pergi bekerja daripada datang ke TPS untuk memilih,” begitu isi selebaran ajakan golput tersebut yang beredar di media sosial.

Selebaran ini ditemukan warga di sepanjang Jalan Kesadaran Raya dan Jalan Haji Kalla, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Ada ratusan selebaran yang berserakan di halaman dan sekitar pagar rumah-rumah warga. Warga yang menemukan selebaran tidak mengetahui siapa penyebar selebaran ini. “Dari tadi pagi sudah banyak tersebar di jalan-jalan sampai di tempel di pagar. Barangkali, ada yang sebar waktu tadi malam,” kata warga.

Baca Juga ...   Bagi Pengantin Baru, Jangan Sampai Dech Jual Cincin Kawin Untuk Kebutuhan Makan!

Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari saat ditanya tentang selebaran itu mengatakan, kampanye ajakan seperti itu umumnya tidak bermasalah. Menurut Nursari, masyarakat memiliki hak untuk menggunakan hak pilih atau tidak dan hal itu diatur undang-undang.

Akan tetapi, Bawaslu tetap mengimbau warga agar tetap datang ke TPS dan melakukan hak pilihnya, karena satu suara masyarakat akan menentukan dalam pesta demokrasi di Indonesia. Menurut Nursari jika ada orang yang menghalang-halangi orang lain untuk golput atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, baru masuk dalam kategori ranah pidana. Hal itu diatur dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2017. Seperti pada Pasal 510, yang menyebut orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dipenjara maksimal dua tahun dan denda hingga Rp24 juta.

Baca Juga ...   Begini Cara Gubernur Djarot Rayu Pak Jokowi Agar Tidak Pindahkan Ibu Kota

Selain itu, ada juga Pasal 511 berisi ancaman pidana bagi yang menghalangi hak pilih seseorang dengan ancaman kekerasan. Sedangkan pada Pasal 515, orang yang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain kepada pemilih supaya tidak menggunakan hak pilih, diancam penjara 18 bulan dan denda maksimal Rp 36 juta.

Maka dari itu yuk ke TPS, gunakan hak pilih Kamu.

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.