Seleb

Monita Tahalea Sukses Baca Puisi Tiga Maestro Sastra

SelebX.Com, Monita Tahalea Sukses Baca Puisi Tiga Maestro Sastra – Monita Tahalea sukses mempersembahkan pertunjukan bertajuk Tiga Menguak Takdir Dalam Melodi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, akhir pekan lalu. Pertunjukan ini terinspirasi dari buku kumpulan puisi karya para maestro sastra Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani. Pertunjukan dibuka dengan pembacaan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Senja di Pelabuhan Kecil dan diiringi dengan melodi akustik lagu Perahu. Kemudian dilanjutkan Monita membaca puisi karya Rivai Apin berjudul Elegi. Setelah itu Monita membacakan puisi Melalui Siang Menembus malam dan menyanyikan lagu terbarunya berjudul Jauh Nan Teduh. Berturut-turut setelahnya Sajak Buat Adik yang dilanjutkan dengan lagu Sesaat Abadi, Surat dari Ibu dan lagu Hope, Tjerita Buat Dien Tamaela dan lagu Indonesia Pusaka ditampilkan berurutan.

Baca Juga ...   Rayakan ‘Anniversary’ Pernikahan Ke-5 Tahun, Rio Dewanto Justru Kesepian

Monita tampak meneteskan air mata saat membacakan Sajak Buat Adik dan membuat suasana menjadi haru. Tidak lupa, Monita juga menyanyikan lagu andalannya yang berjudul Memulai kembali ke hadapan para penikmat seni.

Sebelum tampil memukau penikmat seni, Monita melakukan beberapa persiapan. Ia sempat take vocal dengan komposer musik Indra Perkasa. Lagu-lagu yang dinyanyikan Monita memang sudah sering dibawakan. Tetapi khusus acara ini, tempo semua lagu diturunkan karena menyesuaikan dengan pembacaan puisi. Monita juga lebih banyak membaca dan memahami puisi-puisi yang akan dibawakan.

“Aku coba bawakan dengan caraku. Aku hubungkan karya-karya dengan lirik yang aku buat, karena memang banyak lirik yang aku buat inspirasinya dari apa yang aku baca di Tiga Menguak Takdir,” Kata Monita.

Monita juga bercerita kenapa dia sempat meneteskan air mata ketika membacakan Sajak Buat Adik di panggung. Puisi itu, tutur Monita, disambungkan dengan lagu Sesaat Abadi. Sesaat Abadi merupakan lagu yang ditulis untuk mendiang adiknya.

Baca Juga ...   Ditegur Arie Kriting Karena Sering Bentak Pria Dijalan, Ternyata Seperti Inilah Cerita Hannah Al Rasyid

Buku kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani ini pertama kali terbit di Balai Pustaka pada 1950. Buku ini mengajak seseorang menyelami pemikiran perasaan ketiga sastrawan yang datang dari latar belakang berbeda, tetapi menyatu demi mencapai suatu cita-cita yang mereka sebut sebagai ‘suatu tujuan takdir ‘

Baca Juga Yang Ini:


zvr
Reaksi kamu

Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.