Seleb

Profil Andi Taufan Garuda Putra Staf Khusus Jokowi yang Juga CEO Amartha

SelebX.Com, Profil Andi Taufan Garuda Putra Staf Khusus Jokowi yang Juga CEO Amartha – Andi Taufan Garuda Putra barusan terpilih sebagai staf khusus Presiden RI Jokowi.

Andi Taufan Garuda adalah pendiri dan CEO Amartha, sebuah fintech peer-to-peer lending, dia mendirikan Amartha tahun 2010.

Tujuh anak muda diangkat menjadi staf khusus Presiden, diantaranya adalah Putri Tanjung, anak pengusaha dan konglomerat Chairul Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, dan Andi Taufan Garuda Putra.

Andi Taufan Garuda Putra adalah pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan teknologi finansial peer-to-peer landing bernama PT Amartha Mikro Fintek. Andi adalah Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Manajemen Bisnis, Andi saat ini berumur 32 tahun.

Setelah lulus dari ITB, Andi melanjutkan pendidikan di Harvard University dan berhasil meraih gelar Master of Public Administration tahun 2016.

Baca Juga ...   Ini Artis berinisial SS yang dibidik Polisi menyusul Nunung & Jefri Nichol dalam kasus Narkoba

Sebelum lulus dan mendapat gelar master, Andi bekerja sebagai konsultan untuk IBM Global Business Services. Dari sinilah awalnya Andi melihat banyak masyarakat yang kesulitan untuk dapat akses finansial.

Andi Taufan kemudian keluar dari pekerjaan di IBM Global Business Services tahun 2009, dia kemudian mendirikan perusahaan startup Amartha setahun kemudian.

Andi Taufan saat itu punya mimpi memberikan akses keuangan kepada yang mudah ke masyarakat desa, khususnya masyarakat yang terlilit hutang rentenir.

Model financing yang dia pakai awalnya adalah pembiayaan kelompok, mirip dengan Grameen Bank yang dibuat oleh peraih Nobel perdamaian, Muhammad Yunus, di Bangladesh.

Taufan sendiri yang kemudian melakukan sosialisasi ke desa-desa tentang keuangan mikro ke ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha. Bermodal awal Rp 10 juta, dia kemudian membuat kelompok-kelompok pembiayaan tersebut.

Baca Juga ...   Pilih Bhutan Sebagai Tempat Akad Nikah, Ini Alasan Nadine Chandrawinata

Setelah lulus dari Harvard, Taufan mentransformasi Amartha dari lembaga keuangan mikro konvensional menjadi peer-to-peer lending. Dengan cara ini dia berhasil menghubungkan investor dengan pengusaha mikro di pedesaan yang membutuhkan pendanaan. Yang lebih hebat, Amartha melakukan pendekatan syariah atau bagi hasil.

Taufan dan team nya berhasil mengembangkan proprietary risk algorithm berdasarkan data perilaku dan transaksi sehingga teknologinya mampu memberi penilaian terhadap profil risiko calon peminjam.

Keberhasilan itu berhasil membuat Amartha meraih penghargaan Anugerah Syariah Republika 2019.

Amartha yang sukses memberikan pembiayaan usaha mikro untuk kategori fintech syariah membuat Taufan menerima beragam penghargaan, termasuk Entrepreneur of the Year Finalist dari Ernest & Young, Satu Indonesia Award dari Astra Internasional, Ashoka Young Change Makers Awards, Global Shaper dari World Economic Forum, Indonesia’s Inspiring Youth and Women dari Indosat, Laureate Global Fellow, Ganesha Innovation Championship, dan UN Capital Development Fund kategori startup keuangan inovatif

Baca Juga ...   Ini Alasan Mengapa Tora Sudiro dan Istri, Berani Pakai Narkoba !

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.