Life

Ternyata PMS Masih Diperdebatkan Oleh Beberapa Pakar

PMS, atau juga dikenal dengan Premenstrual Syindrome merupakan hal-hal yang selama ini diyakini oleh banyak wanita ketika akan datang bulan. PMS dikenali dengan adanya rasa sakit pada perut, tubuh tidak nyaman, suasana hati menjadi tidak baik, nyeri di payudara, dan tidak bergairah dalam beberapa hal.

Tak hanya itu saja, ternyata PMS ini menjadi lebih buruk dialami oleh satu dari 20 wanita ketika akan menstruasi. Mereka menjadi lebih buruk dan menyebabkan mereka tak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dengan baik.

Meski banyak wanita yang mengalami ini, namun ada seorang psikolog yang bernama Robyn Stein Deluca (wanita) menganggap bahwa PMS adalah salah satu cara wanita jaman sekarang untuk mengatur hidup. Menurutnya, semua wanita di dunia ini telah menjadi korban penipuan buku, majalah, dan berbagai informasi medis yang memberikan informasi maupun pemahaman yang salah tentang PMS berserta dengan gejalanya.

Baca Juga ...   Berawal Dari Hobi Bisa Membuat Anda Menjadi Seorang Yang Sukses

Menurut Deluca, dengan adanya informasi dan pemahaman tersebut kemudian para wanita meyakininya sebagai salah satu hal kesalahan yang terjadi di dalam tubuh ketika akan menstruasi atau datang bulan.

Kita kemudian mengamini gagasan bahwa ada yang salah pada tubuh kita saat  datang bulan,” paparnya Deluca.

Lebih lanjut, Deluca menjelaskan bahwa apa yang terjadi pada tubuh ketika akan datang bulan disebabkan karena wanita terlalu memaksa tubuhnya dalam beraktivitas. Hal ini kemudian berimbas pada munculnya gejala seperti kembung, kram, dan tertekan ketika akan datang bulan yang kemudian dikenal dengan PMS. Tak heran jika kemudian banyak wanita menjadikan ini sebagai alasan untuk istirahat dalam menjalani aktivitasnya.

Baca Juga ...   Selesai Kuliah Tepat Waktu Ternyata Tidak Baik Juga

“Namun dengan dalih PMS, wanita bisa mencari alasan untuk istirahat,” tulis Deluca dalam buku The Hormone Myth: How Junk Science, Gender Politics And Lies About PMS Keep Women Down.

Deluca sendiri juga mempercayai bahwa perubahan hormon pada wanita dapat berpengaruh terhadap suasana hati, namun meski demikian efeknya tidak akan mampu menimbulkan gejala atau gangguan seperti yang selama ini diyakini.

Pendapat Deluca ini kemudian mendapat pertentangan dari Joyce Harper, seorang profesor dalam bidang kesehatan wanita di UCL. Ia mengatakan bahwa perubahan hormonal mampu mempengaruhi suasa hati seperti yang telah diyakini selama ini.

“Perubahan hormonal mengubah suasana hati seseorang, dan itu bukan mitos. Sekitar 95 persen perempuan pernah mengalami PMS pada suatu waktu. Saya tidak sepakat bahwa itu hanya alasan untuk mengeluh. Kita tidak menciptakan PMS,” tegasnya.

Baca Juga ...   Ternyata Lidah Buaya Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh Lo Guys, Yuk Kita Simak Ulasannya!

Penolakan adanya PMS juga pernah terjadi pada tahun 2012 yang dibuktikan dengan hasil penelitian. Namun penelitian yang dilakukan oleh Universitas Toronto ini masih diragukan karena sampel yang digunakan tidak memenuhi ketepatan statistik.

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.