Life

Begini Cara Memuji Anak Yang Tepat

Telah diketahui bahwa pujian kepada anak penting untuk diberikan ketika ia telah melakukan hal positif. Memberikan pujian dengan cara yang salah akan berakibat tidka baik untuk tumbuh kembang si kecil. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu orang tua ketahui tentang bagaimana cara memuji anak supaya pujian tersebut dapat menjadi motivasi dan bukan malah sebaliknya.

Menurut psikolog anak bernama Firesta Farizal dari Mentari Anakku, ada tiga hal penting yang harus dilakukan ketika orang tua memberikan pujian kepada sang anak.

Pertama, pujian diberikan kepada anak secara langsung atau saat itu juga ketika anak melakukan perilaku positif yang diharapkan.

Jadi dipujinya harus saat itu juga. Misalnya anak melakukan sesuatu saat pagi hari, dipujinya baru malam hari. Anak akan lupa untuk mengulanginya lagi,” jelas Firesta.

Baca Juga ...   Fakta Kutu Rambut yang Banyak Orang Tidak ketahui

Pujian yang terlambat diberikan tidak akan ada artinya bagi si kecil. Hal ini dikarenakan anak sudah lupa dengan perilaku positif yang telah ia lakukan karena pada masa ini anak berada dalam tahapan berpikir yang sangat konkret.

Kedua, pujian diberikan harus disertai dengan menyebutkan perilaku positif yang telah si kecil lakukan. Pujian juga tidak akan berdampak positif jika orang tua memuji tanpa menyebutkan perilaku positif yang dimaksud.

Jangan hanya memuji, ‘Kamu pintar’, atau ‘Kamu cantik’, tapi anak tidak tahu itu terkait perilaku yang mana. Beri pujian atas perilaku anak, misalnya, ‘Kamu hebat, kemarin bangunnya susah, sekarang bisa bangun sendiri,” tambah psikolog yang sering disapa Eta ini.

Baca Juga ...   5 Cara Jitu Memikat Hati Calon Mertua

Dan yang ketiga, ketika memuji harus dilakukan denga tulus dan tidak disertai dengan kalimat lain yang bersyarat maupun membandingkan. Pujian dengan memberikan syarat dan membandingkan harus dihindari oleh para orang tua.

Kalimat yang perlu dihindari misalnya adalah ‘Nah, begitu dong rajin membantu ibu, enggak perlu diingatkan terus.”

Menurut Eta, pujian dengan kalimat tersebut tidak termasuk dalam kategori pujian. Selain itu, anak lebih mengingat kata-kata terakhir sehingga pujian pada kata awal memiliki potensi tidak diingat oleh si kecil.

“Apalagi yang diingat anak-anak biasanya adalah kata terakhirnya,” pungkasnya.

Baca Juga Yang Ini:

Baca Juga ...   Putus Cinta Bukanlah Akhir Dari Segalanya, Ingatlah Masa Depan Yang Cerah Masih Menanti Anda!

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.