News

Karena Imbas Cuaca Buruk, Sejumlah Tempat Wisata di Jawa Barat Tutup Sementara

Sepanjang bulan November lalu, beberapa daerah di Indonesia memang mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Selain itu, ada juga daerah yang diterjang badai yang mengakibatkan berbagai dampak buruh bagi masyarakat. Salah satu wilayah yang terkena badai adalah Provinsi Jawa Barat. Imbas cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat menyebabkan sejumlah lokasi wisata ditutup untuk alasan keamanan. Walaupun begitu ada juga objek wisata yang tetap buka, misalnya objek wisata tangkupan parahu di kawasan Lembang, Bandung Barat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (3/12/2017), lokasi ini malah diserbu para wisatawan. Padahal selain diselimuti kabut, angin juga bertiup cukup kencang. Karena cauca ektrim tersebut, objek wisata Tangkuban Perahu terlihat tidak seindah seperti biasanya.

Berdasarkan keterangan dari para pengunjung, rasa khawatir tentu saja ada selama melakukan rekreasi. Namun, meski diselimuti kekhawatiran, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk menikmati keindahan alam di tangkuban perahu.

“sebenarnya ya agak taku-takut juga kalau seandainya tiba-tiba ada badai datang, tapi mau gimana lagi, dinikmati sajalah” ujar salah satu wisatawan asal bekasi.

Salah satu lokasi wisata yang ditutup adalah pemandian air panas Cimanggu di Ciwidey. Berdasrkan keterangan dari pihak pengelola, mereka terpakas menutup objek wisata tersebut karena imbas dari Siklon Tropis Dahlia beberapa waktu lalu membuat sejumlah bangunan di lokasi pemandian rusak parah. Kerusakan yang terjadi juga dinilai cukup serius sehingga harus dilakukan penangan yang cepat.

Selain pemandian air panas Cimanggu, objek wisata kawah putih juga ditutup. Akibat penutupan ini, para pengelola wisata mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Namun, hal ini dilakukan demi keselamatan pengunjung.

“jujur saja penutupan ini berdampak pada kerugian yang cukup besar bagi kami, namun ada hal yang lebih penting dari segalanya, yaitu keselamatan pengunjung” pungkas pengelola objek wisata.

 

Join The Discussion