News

Efek Positif Mendengarkan Musik Sebagai Penghilang Penat dan Stres

Kadang kala pada suatu hari yang terasa amatlah berat, mengistirahatkan mental serta fisik dengan mendengarkan lagu kesukaan dapat jadi salah satu penyelamat kondisi hati kita. Manfaat dalam mendengarkan musik bisa sebagai penghilang stres yang tak perlu ditanyakan lagi. Akan tetapi, pernahkah Anda memiliki pikiran, sebetulnya apa sih yang menjadikan musik dapat membawa dampak sebagai penenang untuk orang yang tengah gundah serta galau?

Apakah hal itu disebabkan oleh suara merdu dari sang penyanyi, sebab lantunan melodi hasil tangan dingin si penggubah lagu, maupun malah dari genre musik itu sendiri? Stres biasanya berawal dari rasa kewalahan karena adanya banyak tekanan dari luar serta dalam diri seseorang yang sudah terjadi cukup lama. Saat stres melanda, tubuh membacanya jadi salah satu maupun ancaman. Untuk melindungi diri, tubuh bakalan menghasilkan banyak hormon stres, misalnya saja adrenalin, kortisol, serta norepinefrin.

Baca Juga ...   Goodbye BBM, #GoodbyeBBM Jadi Trending Topic

Dengan meningkatnya hormon stres pada tubuh manusia akan membuat Anda merasa deg-degan sebab denyut jantung menaik, napas menjadi lebih cepat serta singkat, otot-otot akan jadi tegang, tekanan darah naik, gampang cemas, susah istirahat, sampai susah untuk berpikir jernih. Napas cepat maupun hiperventilasi bisa menimbulkan serangan panik. Bagaimana cara mengatasinya sobat?

1

Beberapa ilmuan setuju bahwa mendengarkan musik bisa memperbaiki kondsi hati. Riset yang diumumkan pada The Journal of Positive Psychology ini menyatakan bahwa adanya perbaikan mood serta penurunan tingkat stres terlihat ketika setelah 2 minggu teratur untuk mendengarkan musik. Kok bisa ya?

Lantunan musik yang kita dengar adalah salah satu getaran gelombang suara. Gelombang suara tersebut masuk dalam telinga bagian tengah tempat tinggalnya gendang telinga, untuk berikutnya diteruskan pada telinga bagian dalam. Di daerah telinga dalam, gelombang suara ditangkap oleh sel-sel rambut yang ada dalam koklea untuk diubah jadi sinyal listrik. Barulah kemudian sinyal suara tersebut dikirim menuju otak lewat serabut saraf telinga.

Baca Juga ...   Peringati Hari Santri Nasional, Ratusan Santri di Banjarnegara Adakan Napak Tilas Ke Makam Para Ulama

Sinyal listrik tersebut mampir pada bagian otak temporal yang bekerja dalam memproses input indra (merubah sinyal tersebut jadi lagu yang kita dengar), memahami bahasa, serta bisa mengatur emosi).

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.