Relationship

Gagal Pada Malam Pertama? Tak Perlu Risau


Malam pertama merupakan malam yang banyak dinantikan oleh pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri. Namun tak seperti apa yang dibanyangkan banyak orang, malam pertama nyatanya banyak menyisakan kekecewaan, baik bagi suami maupun istri. Namun pihak istri sepertinya lebih banyak menelan kekecewaan jika dibandingkan dengan pihak suami. Bagi kalian baik yang telah maupun yang akan menjalani malam pertama, tak perlu risau jika mengalami kegagalan. Ini beberapa alasan mengapa kalian  tak perlu risau.

  1. Banyak yang Mengalami Kegagalan

Ya, tak hanya satu atau dua yang gagal dalam menjalani malam pertama. Baik itu gagal penetrasi, gagal ejakulasi maupun gagal mencapai orgasme. Karena memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi, maka gagal pada malam pertama bukan hal yang jarang terjadi. Kegagalan lebih sering disebabkan oleh pihak istri yang belum siap, takut, dan belum terbiasa dengan suasana baru bersama suami. Begitu pula dengan suami yang belum terbiasa dengan akitivitas seksual. Oleh karenanya, jangan pernah merasa risau jika gagal karena pasangan Anda pasti sangat memahami hal tersebut.

  1. Kalian dapat Mencobanya Esok Hari

Jika mengalami kegagalan, sebaiknya diulangi pada hari berikutnya. Namun jangan lupa untuk mendiskusikan dengan pasangan. Jika penyebab kegagalan adalah istri, maka tugas suami adalah memberikan keyakinan dan kenyamanan kepada istri agar disaat mengulanginya istri lebih rileks dan juga siap. Pengantin baru biasanya memiliki waktu khusus untuk berdua, yang biasanya disebut ‘bulan madu’. Gunakan masa bulan madu ini untuk mengeksplorasi satu sama lain agar keduanya mencapai kepuasan bersama.

  1. Kegagalan Malam Pertama Meyakinkan Pasangan

Meski ada kekecewaan tak mampu memberikan kepuasan seksual pertama kalinya untuk pasangan, namun sebagian besar pasangan justru merasa senang meski gagal pada malam pertama. Ini berhubungan dengan keyakinan pasangan bahwasannya suami atau istri mereka memang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Pasalnya, darah akibat sobeknya selaput dara bukan indikator utama untuk membuktikan keperawanan seorang wanita. Dan sebaliknya bagi wanita, suami yang bahkan masih kikuk saat malam pertama akan meyakinkan dirinya bahwa suaminya juga belum pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya.

So, tak ada alasan kalian merasa risau jika malam pertama kalian gagal. Yang kalian adalah menikmati segala proses yang harus dijalani dengan pasangan halal kalian.

Berita Terkait :

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.