Life

Tanda-Tanda Waspada Jika Janin Terlilit Tali Pusat

Kondisi janin yang terlilit dengan tali pusat, sering kali menjadi sebuah alasan mengapa seorang ibu hamil tidak dapat melakukan proses persalinan dengan cara normal. Bahkan, masalah seperti ini juga kerap menimbulkan kematian pada janin sebelum terlahir ke dunia. Tali pusat merupakan jaringan pengikat yang terhubung dengan plasenta serta fetus (janin). Fungsi dari tali pusat yakni menjaga viabilitas (kelangsungan hidup) serta menjaga pertumbuhan embrio serta janin. Lalu, apa yang kiranya menimbulkan janin dapat terlilit dengan tali pusat?

Salah satu dokter memberikan penjelasan sebagai jawaban atas pertanyaan yang dibuat oleh salah satu laman kesehatan. Ia mengatakan, dalam usia kehamilan sebelum delapan bulan, biasanya kepala janin belum masuk pada bagian atas panggul. Di saat itu juga, ukuran bayi relatif masih kecil serta jumlah air ketuban banyak kemungkinan bayi terlilit dengan tali pusatnya. Kehamilan kembar serta air ketuban yang tidak wajar maupun polihidramnion, juga menjadikan kemungkinan bayi akan terlilit dengan tali pusat yang sangat besar. Tak hanya itu, tali pusat yang panjang juga bisa memperbesar peluang risiko bayi terlilit dengan tali pusat.

Baca Juga ...   Beberapa Gejala Yang Harus Diwaspadai Saat Janin Terlilit Tali Pusat

2

Dikatakan bahwa panjang tali pusat bayi rata-rata 50 hingga 60 centimeter. Akan tetapi, untuk masing-masing bayi memiliki panjang tali pusat yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. apabila panjang tali pusat lebih dari 100 centimeter maka tergolong dalam tali pusat yang panjang, sementara apabila panjang kurang dari 30 centimeter tergolong dalam tali pusat yang berukuran pendek maupun kurang.

Meskipun sudah terlilit tali pusat, ibu hamil masih memiliki kemungkinan untuk menjalani persalinan secara normal, selama tes USG sudah memastikan posisi aman untuk bayi yang akan dilahirkan. Ada beberapa tanda-tanda yang harus dicurigai bayi jika terlilit tali pusat yakni:

  1. Untuk bayi dengan umur kehamilan lebih dari 34 minggu, akan tetapi bagian terendah janin (kepala maupun bokong) belum masuk pada pintu bagian atas panggul.
  2. Untuk janin sungsang maupun melintang yang menetap, walaupun sudah dilakukan upaya untuk memutar janin.
  3. Adanya gejala penurunan detak jantung janin yang ada di bawah normal, terutama ketika mengalami kontraksi rahim.
Baca Juga ...   Cara Mudah Dengan Hal Yang Sederhana Untuk Mencintai Diri Sendiri

Baca Juga Yang Ini:

zvr
Reaksi kamu

Join The Discussion

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.